Monday, August 07, 2006

from adina 25/9/04

Please listen to the 'Doa' below.. It may take a few moments to load.
The Imam gave the 'doa' after Taraweeh last year. Hayatilah dengan
kusyuk... nescaya mengalir air mata dan tak sedar kita meng'amin' kan
bersama-sama mereka. Seolah-olah kita berada di belakang sebagai jemaah
meng'amin'kan doa ini. Adjust your speaker volume
Selepas setahun, taufan yg didoa kan oleh Imam Mekah kini melanda.

http://www.soislam.com/duafull.swf

from adina 25/9/04

KERBERKATAN YAASIIN (DR FATMA ELZAHRAA)
Untuk keselamatan diri yang susah menjadi senang
Ø Ayat 1 - 9 - Untuk keselamatan diri
Ø Ayat 9 - Orang jahat tak nampak kita especially orang kafir.
Ø Ayat 12 - Merupakan Jantung Yaasiin - Rasulullah s.a.w. berharap ayat ini dihafal oleh setiap mukmin dan mukminat.
Ø Ayat 13 - 35 - Mengisahkan orang-orang yang mati syahid.
Ø Ayat 22 - 23 - Untuk menjaga aqidah Memberi hidayah kepada anak.
Ø Ayat 29 - Sebagai amalan untuk mengelakkan diri dari di fitnah dan kejahatan mulut.
Ø Ayat 29 - Utk digunakan jika kita rasa orang nak fitnah or aniaya kita. Lebih elok selepas baca di semburkan ke muka orang tsbt.
Ø Ayat 30 - Untuk keinsafan - Supaya dapat dipertemukan dengan Allahs.w.t. (harus sentiasa berada dihati - beramal dengannya).
Ø Ayat 32 - Untuk menginsafkan orang lain supaya menjadi baik. Caranya: Ingat yang segalanya datang dari Allah s.w.t, Kita umat Muhammad, Kita orang Islam dll.
Ø Ayat 33 - 35 - Elok dijadikan amalan bagi sesiapa yang suka bercucuk tanam. Tanaman akan subur.
Ø Ayat 36 - Menerangkan yang kehidupan ataupun kejadian di dunia ini dijadikan berpasang-pasangan. Ayat ini elok diamalkan bagi sesiapa yang belum berkahwin supaya di pertemukan jodoh. Caranya: Baca dan berdoa, hembus dan sapu pada muka setiap pagi sebelum keluar rumah.
Ø Ayat 37 - Adalah untuk menetapkan hati - aqidah diri sendiri. Hati yang kering akan hidup semula.
Ø Ayat 38 - Mengisahkan yang bulan dan matahari pun sujud pada Allah s.w.t. yang satu.
Ø Ayat 39 - Mengisahkan ilmu falak.
Ø Ayat 40 - Merupakan kenyataan Allah s.w.t. yang satu.
Ø Ayat 41 - Mengisahkan Nabi Noh a.s. naik kapal - Elok dibaca sewaktu menaiki kenderaan.
Ø Ayat 44 - Mengisahkan keseronokan hidup di dunia – Dibaca untuk dijauhkan fitnah dalam hidup.
Ø Ayat 45 - 48 - Merupakan kedegilan orang kafir kepada Allah s.w.t.
Ø Ayat 49 - Menceritakan hari akhirat dan kehidupannya.
Ø Tiupan pertama - Datang dengan tiba-tiba
Ø Tiupan ke-dua - Hancur
Ø Tiupan ke-tiga - Semua orang di hidupkan semula dan hadir di padang Mahsyar.
Ø Ayat 50 - Setiap orang akan dihisab mengikut amalannya.
Ø Ayat 58 - Merupakan salam daripada Allah. Jika rasa sakit kepala, baca dan sapukan ke kepala. Ulang sebanyak 3x.
Ø Ayat 76 - Dibaca untuk mententeramkan diri dari fitnah orang. Dijadikan amalan. Ayat 76 - Jika hati rasa sedih, sebak atau pun kecewa. Sambil pegang dan urut dada, bacalah ayat tsbt.
Ø Ayat 78 - 79 - Dikhaskan untuk sakit urat, tulang dan badan. Untuk doa bermula daripada Ayat yang bermaksud: “dia berkata, Siapakah (yang dapat) menghidupkan tulang belulang padahal telah hancur?” (Ayat 78 dan 79) - Bacalah jika sakit tulang, urat atau tulang patah. Doktor di hospital pun tanya dia utk rawatan patient mrk dan Dr Fatimah berikan ayat ini.
Ø Ayat 79 - Katakanlah, Yang akan menghidupkannya ialah yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk."
Ø Ayat 82 - Untuk Hajat - Jika berhajat sesuatu, bacalah 100x. Dibaca pada air dan minum selama 40 hari -boleh menjadi penawar. Jika air habis ulang bacaan tsbt sehingga 40 hari. Caranya: Sembahyang Tahajjud (3x) berturut-turut, Baca pada air [100x) Dan berdoa apa sahaja hajat
Wallahualam.
-----------------------------------------------------------------
1. Selepas sembahyang subuh
2. 3 Jumaat berturut-turut
3. Ayat 1 - Yassin baca 7x
4. Ayat 38 - 12x
5. Ayat 58 - 7x
6. Ayat 82 - 14x
7. Habis, diulang semula step 3 hingga 6. Kesemuanya Surah Yassin dibaca sebanyak 3x.
8. Habis baca surah Yassin, baca Al- Fatihah, bacalah hajat yg dihajati dan selepas hajat dibaca semula Al- Fatihah.
9. Perlu yakin, isyallah dgn berkat Allah ianya termakbul.
Wallahualam.
----------------------------------------------
Perlu Baca Dengan Penuh Keyakinan:
Ø Yasin is the jantung of Al-Quran
Ø Know the meaning of ayat-ayat in Al-Quran
Ø Yasin memudahkan yang susah. As such read Yasin:
· Child is sick
· Feeling troubled.
· Memudahkan urusan
· Memudahkan perjalanan
· As selusoh (to ease pain when giving birth)
Ø Read Yasin (3x) over water
Ø Read 3 Qul (three times each)
Ø Fatihah
Ø Baca Yasin sebelum tidur, seperti khatam Quran (10x)
Ø Jika baca Yasin sebelum tidur serta faham maksudnya sekali, sekira mati dalam tidur, dosa diampunkan.
Ayat 9 - "Wajaalna...."
Ø Lindungi rumah dari pencuri - baca dan tiup di tiap-tiap penjuru rumah..
Ø Lindungi diri dari dianiaya
Ø Bagi perlindungan diri dan rumah semasa tidur
Ø Baca Ayat 9
Ø Fatihah
Ø Read 3 Qul (three times each)
Ø Ayat Kursi
Ayat 29 - "In kanat illa...."
Ø Untuk mendiamkan orang yang selalu melempar kata-kata buruk/tidak menyenangkan kepada anda.
Ayat 36 - "subhanallazi.."
Ø Untuk cari jodoh * Tiup 7 kali dalam tangan dan sapu ke muka pada pagi hari
Ø Ya Wadud (3x)
Ayat 58 - "Salamun..."
Ø Jika sakit anggota
Ø Tak tenang hati
Ø Baca (7 x) dan gosok pada tempat sakit
Ayat 76 - "Falayahzun.."
Ø Bila rasa sedih
Ø Untuk menenangkan hati
Ø Gosok jantung sambil baca
Ayat 78 - 79 "dari Yuhyil Wahiya..."
Ø Tulang patah
Ø Sakit sendi
Ø Sakit lutut
Ayat 82 - "Innama amruhu.."
Ø Jika mandul
Ø Untuk mengubati kanser atau tumbuhan dalam badan : Dry method
· Sembahyang tahjud
· Sembahyang hajat
· Doa minta hajat
· Baca ayat 100 x dengan yakin
· Amalkan 41 malam
Wet method (untuk menyembuh penyakit dalam badan)
· Seperti di atas
· Bila baca ayat, tiup dalam air
· Minum 1 cawan air pada pagi hari sebelum makan / minum benda lain
· Doa sambil minum
· Untuk 41 pagi
Wallahualam.
Yang penting sesuatu itu yang hendak kita lakukan dengan .. innamal aa'maalu binniat.. dan ikhlas melakukannya.
Dalam YASSIN merangkum:
Ø Ilmu Pertanian
Ø Ilmu Falak
Ø Ilmu Laut
Ø Ilmu Kiamat
Ø Ilmu Ciptaan Manusia
Ø Ilmu Binatang
Ø Ilmu Kenabian
Surah Yassin ini hendaklah dibaca ketika orang sakit, tengah nazak nak mati atau sudah meninggal dunia. Baca disisi mereka dan bukannya di kubur. (terutama ayat 12) -- sebab kenapa kita perlu baca, agar orang yang sakit berada dalam kesenangan dan orang yang masih hidup insaf bahawa esok, lusa kita akan menyusul jua.
***** SEKADAR INFORMASI *******
Kekuatan Buah-buahan yang diceritakan dari dalam Al-Quran adalah:
Ø Buah Zaiton - Elok untuk kulit
Ø Kurma - Berkhasiat (memberi tenaga)
Ø Delima - Dalam sebiji buah ada sebutir biji yang menjadi penawar ubat yang mujarab
Ø Ad Tin - Memberi kekuatan - tenaga, fikiran lemah, tidak boleh beranak.
Wallahuaklam...

from Mohd Roszam bin Mohd ali 19/9/04

Subject: Jadual Bacaan Surah-surah Dalam Solat Fardhu Harian

Jadual Bacaan Surah-surah Dalam Solat Fardhu Harian Asar Dhuhor Subuh Isya’ Maghrib Raka’at Hari
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Surah 94 - Al Inshirah يُسَبَّحُ اللهِ
Surah 62 - Al Jumua’sh آلَمِ تَنْزِيْلُ الْكِتَبِ
Surah 32 - Al Sajdah سَبِّحِ اَسْمَ
Surah 87 - Al A’la قُلْ يَا أَيُّهَا الكَافِرُونَ
Surah 109 - Al Kafirun Pertama
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ
Surah 110 - Al Nas إِذَا جَاءَكَ المُنَافِقُونَ
Surah 63 - Al Munafiqun هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْساَنِ
Surah 76 - Al Insan هَلْ أَتَاك حَدِيْثُ
Surah 88 - Al Ghashiyah قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
Surah 112 - Al Ikhlas Kedua Jumaat
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
Surah 102 - Al Takathur وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا
Surah 100 - Al ‘Adiyat وَالَّيْلِ إِذَا يَغْشَى
Surah 92 - Al Layl وَالضُّحَى وَالَّيْلِ إِذَا سَجَى
Surah 93 - Al Duha قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Surah 113 - Al Falaq Pertama
وَالْعَصْرِ إِنَّ الإِنْسَانَ
Surah 103 - Al ‘Asr اَلْقَارِعَةُ
Surah 101 - Al Qari’ah وَالضُّحَى وَالَّيْلِ إِذَا سَجَى
Surah 93 - Al Duha أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Surah 94 - Al Inshirah قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْنَّاسِ
Surah 114 - Al Nas Kedua Sabtu

أَرَئَيْتَ الَّذِي
Surah 107 - Al Ma’un لإِيْلاَفِ قُرَيْشٍ
Surah 106 – Quraysh وَالسَّمَاءِ والطَّارِقِ
Surah 86 - Al Tariq وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
Surah 104 - Al Humazah أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ
Surah 105 - Al Fil Pertama
إِنَّا أَعْطَيْنَاك
Surah 108 - Al Kawthar أَرَءَيْتَ الَّذِي
Surah 107 - Al Ma’un وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِ
Surah 95 - Al Tin أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ
Surah 105 - Al Fil لإِيْلاَفِ قُرَيْشٍ
Surah 106 - Quraysh Kedua Ahad

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Surah 113 - Al Falaq أَرَءَيْتَ الَّذِي
Surah 107 - Al Ma’un وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا
Surah 91 - Al Sham وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِ
Surah 95 - Al Tin أَرَءَيْتَ الَّذِي
Surah 107 - Al Ma’un Pertama
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْنَّاسِ
Surah 114 - Al Nas إِنَّا أَعْطَيْنَاك
Surah 108 - Al Kawthar وَالضُّحَى وَالَّيْلِ إِذَا سَجَى
Surah 93 - Al Duha إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ القَدْرِ
Surah 97 - Al Qadr إِنَّا أَعْطَيْنَاك
Surah 108 - Al Kawthar Kedua Isnin
لإِيْلاَفِ قُرَيْشٍ
Surah 106 - Quraysh قُلْ يَا أَيُّهَا الكَافِرُونَ
Surah 109 - Al Kafirun إِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ
Surah 96 - Iqra’ اَلْقَارِعَةُ
Surah 101 - Al Qari’ah قُلْ يَا أَيُّهَا الكَافِرُونَ
Surah 109 - Al Kafirun Pertama
أَرَءَيْتَ الَّذِي
Surah 107 - Al Ma’un إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ
Surah 110 - Al Nasr إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ القَدْرِ
Surah 97 - Al Qadr أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
Surah 102 - Al Takathur قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
Surah 112 - Al Ikhlas Kedua Selasa
وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِ
Surah 95 - Al Tin وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
Surah 104 - Al Humazah لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا
Surah 98 - Al Bayyinah أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Surah 94 - Al Inshirah قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Surah 113 - Al Falaq Pertama
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ القَدْرِ
Surah 97 - Al Qadr أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ
Surah 105 - Al Fil وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحاً
Surah 100 - Al ‘Adiyat إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ
Surah 110 - Al Nasr قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْنَّاسِ
Surah 114 - Al Nas Kedua Rabu
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
Surah 104 - Al Humazah أَرَءَيْتَ الَّذِي
Surah 107 - Al Ma’un لاَ أُقْسِمُ بِهَاذَ الْبَلَدِ
Surah 90 - Al Balad إِذَا زُلْزِلَتِ الأَرْضُ
Surah 99 - Al Zalzalah أَرَءَيْتَ الَّذِي
Surah 107 - Al Ma’un Pertama
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ
Surah 105 - Al Fil إِنَّا أَعْطَيْنَاك
Surah 108 - Al Kawthar وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا
Surah 91 - Al Shams أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
Surah 102 - Al Takathur إِنَّا أَعْطَيْنَاك
Surah 108 - Al Kawthar Kedua Khamis


Surah-surah dari Al-Quran ini dibaca pada setiap sembahyang fardu harian yang mana disyorkan dan diamalkan oleh Al-Habib Abdullah bin Alawi bin Muhammad Al-Haddad, semoga Allah mencucuri rahmat terhadap beliau dan keluarga beliau serta diberi ketenangan.
Jadual ini disusun dari rujukan buku-buku karangan Al-Habib Abdullah Al-Haddad berjudulتثبيت الفؤاد atau “Pengukuhan Hati”, غاية القصد,الـمراد dan juga buku-bukunya yang lain. Semoga Allah mencucuri rahmat atas usaha beliau ini.
Nota: Jika masa tidak mengizinkan, bolehlah digantikan seperti berikut:
1. Pada malam Khamis, ketika sembahyang Isya’, dimana perlu dibaca سَبِّحِ اَسْمَ (Surah 87 - Al A’la) dan هَلْ أَتَاك حَدِيْثُ (Surah 88 - Al Ghashiyah); bolehlah dibaca أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (Surah 94 - Al Inshirah) dan إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ (Surah 110 - Al Nasr).
2. Pada Jumaat pagi, ketika sembahyang Subuh, dimana perlu dibacaآلَمِ تَنْزِيْلُ الْكِتَبِ (Surah 32 - Al Sajdah) dan هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَنِ (Surah 76 - Al Insan); bolehlah dibaca سَبِّحِ اَسْم َ (Surah 87 - Al A’la) dan هَلْ أَتَاك حَدِيْثُ (Surah 88 - Al Ghashiyah).
(Jadual ini disusun oleh Al-Habib Ali bin Essa bin Abdulkader Al-Haddad; iaitu cucunda kepada Al-Habib Abdullah Al-Haddad. Semoga Allah mencucuri rahmatNya keatas mereka).

Unzhur Maa Qiila Walaa Tanzhur Man Qaala
Al Haqiir Wal Faqiir Ilaa Rabbihi, Akhuukum Fil Islaam
Abdul Manaf Bin Abdul Gani

from kamilah mohamad 6/7/06

Hi Shahrul,

thank you for the feedback. This morning at the DDs mtg, i have raised this issue.
everyone understand the importance of having someone controlling the in/out of person into the compactus. Cindy will take up this issue w 7A.

Regards,

Bank Department
Bank Negara Malaysia
(Central Bank of Malaysia)
Tel. 03-26988044
Fax. 03-
Email. bnm.gov.my



Shahrul N/BNM
05/07/2006 18:16
To
/BNM@BNM
cc
CheBNM@BNM
Subject
Operation Section Compactus 7A Suggestions




Dear Kak Kam,

From my point of view in handling Operation Compactus plus with previous caretaker opinions, i hereby list down the difficulties faced and my suggestions in order to make the jobs done much easier for Officer and caretaker alike;

(a) Missing Documents
Suggestion:
List down and create a database for each and every documents coming-in to the compactus. The database is then shared with the officer in Operations. This is currently being done whereby i classified the document meant for storing in 4 categories, namely Document Title, Document Date, Document References Number & Daily References Number. Or maybe we can just scanned all document prior to be filed & have a database on it as well.

(b) Missing Files & Files not arranged accordingly using the current system - Messy
Suggestion:
Make it compulsory that only the caretaker can enter the compactus and took file needed by Officer thus lessen the chances of missing files & arrangement can be done centrally. This system are being done in Banking Supervision & maybe we can have some sort of borrowing scheme like in the library for files.

(c) Not enough space for files
Suggestion:
Identify files needed to be sent to Archive, this requires collaboration between the caretaker & officer of FIs that has a number of closed file.

(d) Borrower of file did not record
Suggestion:
Back to the centralisation hence none of the file are going out without a record.

With these 4 suggestions, i conclude my ramblings and hope that there won't be any difficulties for any future & current caretaker for Operations 7A compactus. Just my 2 cents opinion. Thank you.

Shahrul Nizam Shahrudin


The darkest hour is just before dawn.
"Sometimes the journey is taken simply because it must be taken." –Lorne COA
"I'm the best there was, the best there is, the best there ever will be."

from adina ayu kamarudin 3/08/06

Muslim Woman's Role as a Mother

A MUSLIM woman's main role is to care for her house and fulfill the responsibility placed on her shoulder by her Lord. This does not mean to oppose woman's work; rather, the stress is on the fact that the main work of a woman is to work in her house. Her product is her children. It is a valuable work indeed.

Apart from her role as a wife, the Muslim woman has a very important role as a mother. The status and value attached to parents in the Muslim World is very high. The Qur'an emphasizes this in Surah Al-Israa' 17:23-24 and Surah Luqman 31:14.
It is reported that a man came to the Prophet (peace be upon him) and asked : "Messenger of Allah, who is the most deserving of good care from me?" The Prophet replied: "Your mother (which he repeated three times)" then your father, then your nearest relatives in order".
The Muslim mother has consequently a great feeling of security about the type of care and consideration she can expect from her children when she reaches old age. As the verse of the Qur'an quoted above indicates, thankfulness to parents is linked with thankfulness to Allah, and a failure in either of these respects is indeed a major failure in one's religious duties. In both the Qur'an and Hadith, the principles of strong belief and good conduct are highly stressed, and good conduct begins at home with one's closest relatives.
Listen to the best Teacher and Guide for humanity, Prophet Muhammad (peace be upon him) as he elevated women from their status as chattel to the dignity of being equal servants of Allah with men. Yet, their status in society was not conditioned upon entering man's world. Their most important task is to take care of their homes and children. The Prophet (peace be upon him) says in this regard, addressing women : "Take care of your home for that is your Jihad." (Musnad Ahmad). Jihad is the epitome of Islamic life. Declaring homemaking as Jihad for women is giving it the highest possible status in an Islamic society.
Not only is it an all-important task, only women are uniquely qualified to do it. It is not by accident that pregnancy and nursing are purely feminine tasks. Allah has given women the special talents and psychological makeup needed to take care of children. There is no substitute for mother's milk or mother's love. No one can extract a bottle of motherly compassion. Her patience, kindness, willingness to sacrifice her own comforts, and her natural affinity for children — and the children's natural affinity for the mother — are the key to successful upbringing of children. A mother understands the children's problem even when they cannot express it. She can uniquely sense their needs, both physical and emotional. She can satisfy some of these herself. For others, children need the father. But even he needs her insights in discharging his responsibilities in this area. No day-care center or nursery can make up for the absence of the mother and father.
Mothers are the silent workers who are indispensable for building character of the next generation. A believing mother who understands the crucial nature of her responsibility will imbue her children with faith and moral values, as much as she can. She will raise children with courage, honesty, truthfulness, patience and perseverance, love and kindness, faith and self-confidence. On the other hand, a society without mothers and homemakers will produce at-risk youth.
This role of a woman is like that of the archers in the battle of Uhud. It looked less important, but was the key to the fate of the entire army. If women hold on to their front, the entire army will succeed. If they leave it for "greater action" elsewhere, everyone will lose.

Compiled from various sources. Permission is granted to circulate among private individuals and groups, to post on Internet sites and to publish in full text and subject title in not-for-profit publications. Note that an English translation of the Qur'an is an interpretation of the Qur'an, and does not have the perfect status as the Qur'an in its original Arabic form.



A'uzu bil-llahi minash shayta nir-rajeem.(I seek protection with Allah from Shaitan, the rejected)
Bismillah hir-Rehman nir-Raheem (With the name of ALLAH -The Bestower Of Unlimited Mercy,The Continously Merciful)
O ye who believe! Obey Allah and His Messenger, and turn not away from him when ye hear (him speak).
Nor be like those who say, "We hear," but listen not:
For the worst of beasts in the sight of Allah are the deaf and the dumb,- those who understand not. [The Qur'an 8 AL-ANFAL - Ayats 20-22]
O ye who believe! give your response to Allah and His Messenger, when He calleth you to that which will give you life; and know that Allah cometh in between a man and his heart, and that it is He to Whom ye shall (all) be gathered. [The Qur'an 8 AL-ANFAL-Ayat 24]
O ye who believe! When ye meet a force, be firm, and call Allah in remembrance much (and often); that ye may prosper:
And obey Allah and His messenger, and dispute not one with another lest ye falter and your strength depart from you; but be steadfast! Lo! Allah is with the steadfast.[The Qur'an 8 AL-ANFAL - Ayat 45-46]
Those who believed and left their homes and strove for the cause of Allah, and those who took them in and helped them - these are the believers in truth. For them is pardon, and bountiful provision.
[The Qur'an 8 AL-ANFAL - Ayat 74]
Narrated Abu Sa'id Al-Khudri: Somebody asked,
"O Allah's Messenger! Who is the best among the people?"
Allah's Messenger (peace be upon him) replied,
"A believer who strives his utmost in Allah's cause with his life and property." They asked, "Who is next?"
Allah's Messenger (peace be upon him) replied,
"A believer who stays in one of the mountain paths worshipping Allah and leaving the people secure from his mischief." - Sahih Al-Bukhari

from adina ayu kamarudin 3/08/06

( Dato' Dr. Mohd. Fadzilah Kamsah)

1 Pasang niat dan berdoa untuk menjadi suami terbaik. Tanpa berniat dan
berdoa anda tidak mungkin jadi suami yang cemerlang. Ramai suami terlupa.

2 Bersyukur kerana mempunyai pasangan hidup. Yakinlah bahawa isteri anda
adalah pasangan terbaik yang Tuhan tentukan untuk anda. Ketentuan Tuhan adalah yang terbaik.

3 Suami mithali menjadi kebanggaan isteri. Pastikan anda membentuk sifat
positif dan istimewa. Cuba tanya diri apakah sifat atau amalan yang boleh dibanggakan oleh isteri anda.

4 Setiap hari pulang dengan senyum dan bersemangat. Apabila suami tersenyum,
isteri dan anak-anak akan bahagia dan rahmat Tuhan akan turun. Senyumlah apabila sampai ke rumah.

5 Pastikan anda ada masa untuk berbual dengan isteri setiap hari. Semua
isteri bahagia apabila dapat berbual dengan suami. Berapa minit yang anda luangkan unutk berbual dengan isteri setiap hari ?

6 Telefon isteri ataupun hantar SMS sekadar untuk menyatakan yang anda sayang
ataupun rindu pada isteri. Isteri anda akan berasa seronok dan bahagia apabila mendapat panggilan ataupun mesej tersebut.

7 Hiburkan hati isteri anda dengan bercerita, buat lawak atau gurauan yang
mesra. Setiap gurauan mengubat hati isteri dan mengeratkan hubungan suami isteri.

8 Pastikan anda bergurau senda dengan isteri di dalam kenderaan semasa dalam
perjalanan ke tempat kerja ataupun ke mana sahaja. Ramai suami membazir masa dengan membisu semasa di dalam kenderaan.

9 Amalkan makan bersama setiap hari. Berbual mesra dan nasihat menasihati
semasa makan. Amalan ini akan menarik hidayat Tuhan dan mengeratkan hubungan. Elakan berbual perkara yang melalaikan semasa makan.

10 Ajak isteri mandi bersama sekali sekala. Bergurau senda semasa mandi
bersama adalah sunah yang dapat mengeratkan hubungan suami isteri.

11 Bantu isteri melakukan kerja rumah. Ini adalah sunah yang dapat meringankan
beban isteri, mengeratkan kasih sayang dan menbahagiakan pasangan anda.

12 Amalkan mesyuarat keluarga sekerap yang mungkin. Amalan bermesyuarat
menarik hidayat Tuhan,mengeratkan hubungan dan menyelesaikan banyak masalah.

13 Pastikan penampilan anda anggun, kemas, bersih, wangi, sihat dan ceria.
Ramai suami inginkan isteri yang mengancam, tetapi mengabaikan penampilan diri sendiri. Mana adil ?

14 Didik isteri dengan memberi nasihat dan perigatan secara hikmah. Jadikan
tindakan dan amalan anda sebagai contoh teladan yang cemerlang. Elakan cakap tak serupa bikin.

15 Berikan nafkah kepada isteri mengikut keperluan keluarga dan kemampuan
suami. Ramai suami mengabaikan nafkah kerana isteri bekerja. Ramai suami yang kedekut dan berkira. Ini menyebabkan isteri derita dan rumah tangga terancam.

16 Jadikan penawar hati kepada isteri. Ambil berat keperluan dan kemahuan dan
peka kepada emosi dan situasi isteri. Isteri yang bahagia membentuk keluarga sejahtera

17 Sentiasa taat kepada semua perintah Tuhan dan memastikan keluarga juga
patuh kepada Tuhan.

18 Suami mithali sentiasa menyimpan rahsia isteri. Ramai suami secara sengaja
ataupun tidak sengaja menceritakan keburukan isteri kepada orang lain. Ini wajib dihentikan.

19 Muliakan keluarga isteri seperti keluarga sendiri. Ada suami yang
menbeza-bezakan antara keluarganya dan keluarga isteri. Ada suami yang memusuhi keluarga isteri. Anda bagaimana ?

20 Bentuk sifat cemburu yang positif. Cemburu tanda beriman, sayang dan endah.
Suami yang tidak cemburu adalah dayus. Isteri amat suka apabila suaminya ada sifat cemburu. Dia rasa dihargai.

21 Jadilah suami yang pemaaf. Syurga isteri di bawah tapak kaki suami.
Maafkanlah isteri setiap malam sebelum tidur supaya rumah tangga bahagia dan isteri mudah masuk syurga.

22 Tegur kesilapan isteri dengan hikmah dan kasih sayang. Isteri merajuk bukan
sebab ditegur, tetapi cara ditegur yang kasar. Apabila suami kasar, isteri jadi takut, bingung, hiba dan memberontak.

23 Gunakan Nabi Muhammad sebagai model. Hidupkan amalan sunah dalam rumah
tangga. Sebut nama rasul apabila mendidik dan menasihati keluarga bagi mendapat hikmah.

24 Mendahulukan keperluan isteri daripada orang lain. Ini adalah tertib
memberi khidmat. Ramai suami yang melebihkan orang lain daripada isterinya. Elakan kesilapan ini.

25 Suruh isteri dirikan sembahyang dan ibadah lain. Apabila berjauhan, telefon
ataupun SMS bagi mengingatkan sembahyang. Wasiatkan isteri untuk sembahyang
fardu dan sunat. Buat pesanan ini sehingga suami meninggal dunia.

26 Cintai isteri sepenuh hati. Cintai tanpa syarat, bertambah mengikut usia,
penuh kemaafan, memberi tenaga,tidak pernah sensara serta berteraskan iman dan takwa.

27 Sentiasa berubah secara positif. Sebelum cuba ubah isteri dan keluarga,
ubah diri dulu. Apabila suami berubah, keluarga akan turut berubah. Apabila suami cemerlang, isteri akan gemilang.

28 Pamer keprihatian yang tinggi terhadap keluarga. Ramai suami tidak ambil
kisah dengan keluarga mereka.Cuba tanya apa lagi khidmat tambahan yang patut berikan kepada keluarga.

29 Pamer kematangan yang tinggi. Orang yang matang tenang, sabar, waras,
bijaksana, dapat membuat keputusan dan cekap menyelesaikan masalah.

30 Memuliakan semua perempuan bukan sekadar isterinya. Ramai lelaki cuba
hormat wanita tertentu sahaja.Ramai isteri yang kecewa terhadap suami yang menghina atau tidak hormat sebarang wanita termasuk pembantu rumah.

31 Bentuk beberapa sifat wanita yang terpilih dalam diri suami. Nabi Muhammad
amat pemalu, pemaaf, peka,endah dan mudah menangis. Sifat wanita yang ada pada lelaki menaikkan martabat lelaki dan lebih disayangi wanita.

32 Mahir dalam menguruskan keluarga. Peka dengan masalah dan karenah ahli
keluarga, cekap mencari punca masalah, mencari alternatif penyelesaian dan memilih penyelesaian yang optimum.

33 Membaiki diri secara berterusan. Tingkatkan iman dan takwa, cuci hati
dengan sembahyang taubat, istighfar,memaafkan dan minta maaf, berkawan dengan orang yang baik, pendapatan yang berkat dan baiki amalan dan tindakan.

34 Jadi contoh atau model terbaik untuk keluarga. Doa dan usaha supaya setiap
perbuatan anda dapat dicontohi dan dibanggakan ahli keluarga. Apakah sifat dan amal anda yang dapat dicontohi oleh ahli keluarga ?

35 Jadikan diri anda pendorong dan motivator berkesan unutk keluarga. Sentiasa
beri galakan dan belaian. Elak marah, kritik ataupun hina keluarga. Fikir positif dan bersangka baik terhadap keluarga.

36 Tingkatkan ilmu berkenaan agama. Lazimnya, suami yang mendidik keluarga
berkenaan agama. Belajarlahilmu agama dengan niat mendidik diri dan keluarga.

37 Sentiasa menegakkan kebenaran. Tegas menyatakan apa yang buruk dan apa yang
baik. Elak mengenepikan kebenaran semata-mata bagi menjaga hati ahli keluarga. Tegakkan kebenaran dengan hikmah.

38 Bertindak tegas dan lemah lembut mengikut situasi. Tegas dalam menyeru ke
arah kebaikan. Lemah lembut dalam menegur dan memberi nasihat. Tegas sangat orang memberontak, lembut sangat orang pijak.

39 Latih diri memuji dan menghargai isteri. Ramai suami yang pandai kritik
tetapi tidak tahu memuji. Belaian merawat emosi dan fizikal isteri dan membuat dia terasa disayangi. Cari peluang untuk sentiasa memuji.

40 Cari peluang untuk bertindak romantis terhadap isteri. Ini termasuk senyum,
lemah lembut, sebut sayang tiga kali sehari, buat sebelum disuruh, sentuhan sayang, pujian dan memberi hadiah.

41 Fahami yang isteri ingin selalu di sisi suami. Suami pula berjauhan dengan
isteri sekali sekala. Apabila berjauhan, telefon, SMS ataupun e-mel unutk bertanya khabar, berikan maklumat dan mengubat rindu.

42 Bentuk kerjasama yang mantap dengan isteri. Pamer kesatuan hati dan
pendapat kepada anak-anak dan orang lain. Wujudkan kerjasama melaui mesyuarat, berbual, tolak ansur, bermaaf-maafan dan banyak berdoa.

43 Nilai diri daripada kaca mata isteri. Buang sifat dan amalan yan isteri
benci. Berusaha keras melakukan perkara yang isteri suka. Apabila isteri bahagia, suami akan bertambah bahagia.

44 Apabila suami melayan isteri seperti mana dia melayan kawan, pasti isteri
bahagia. Bayangkan cara anda melayan isteri sebelum kahwin. Ulangi layanan itu sekarang. Pasti hebat kesannya.

45 Suami wajar belajar jadi mengikut setia. Patuhi cadangan, pandangan dan
pandapat isteri yang betul. Jangan bangkang perkara yang baik. Kawal macho dengan saksama.

46 Buat undang-undang dalam rumah tangga. Apabila suami marah, isteri mesti
senyap. Apabila isteri marah,suami mesti senyap. Ini mengelakkan daripada bergaduh. Orang tidak boleh bergaduh sendirian.

47 Latih gerak batin anda supaya serasi dengan gerak batin isteri. Serasikan
gerak batin dengan berdoa, patuh perintah Tuhan, maafkan isteri, bersangka baik dan lakukan perkara baik untuk isteri mengikut sebarang lintasan dalam hati.

48 Pimpin isteri dengan nasihat dan kasih sayang. Pesan selalu dan nasihat
sekali-sekala. Waktu terbaik nasihat adalah semasa rehat, minum petang, waktu bersiar-siar dan semasa hendak tidur.

49 Seimbangkan hidup dengan sempurna. Rajin di tempat kerja, rajin juga di
rumah. Peramah dengan kawan, peramah juga dengan isteri. Disiplin di pejabat, disiplin juga di rumah. Sabar dengan orang, sabar juga dengan isteri. Di luar dan di dalam rumah serupa.

50 Urus stres dengan sempurna supaya keluarga tidak terjejas. lakuakan riadah,
berdiet, hentikan merokok,bercampur dengan orang positif, bermain dengan bayi, tengok ikan di akuarium, menyanyi, sembahyang taubat dan maafkan semua orang.



"Wahai Tuhan...
ku tak layak ke syurgamu ...
namun tak pula aku sanggup ke nerakamu...
kamilah hamba yang mengharap belas darimu ...
"Ya Allah...
jadikanlah kami hamba2 mu yang bertaqwa ..
ampunkan dosa2 kami, kedua ibubapa kami,
dosa semua umat2 islam yang masih hidup mahupun yang telah meninggal dunia"........

..Amin...

from danny zulkarnainmd salleh 31/07/06

Saya akan merumuskan pelbagai contoh kesalahan besar yang sering dilakukan oleh ramai orang, sama ada dalam percakapan atau penulisan. Dengan penjelasan di bawah ini, saya berharap rakan sekerja akan menjadi lebih peka tentang kesalahan-kesalahan tatabahasa Melayu yang kita gunakan setiap hari dan dapat mengelakkan diri daripada terus melakukan kesalahan besar tatabahasa khususnya ketika berkomunikasi.

Oleh kerana - Penggunaan oleh yang diikuti kerana dalam ungkapan oleh kerana adalah salah. Ini disebabkan oleh (kata sendi nama) mesti diikuti oleh kata nama atau frasa nama, sedangkan kerana ialah kata hubung. Bentuk yang betul ialah oleh sebab.
Contoh:
Salah: Oleh kerana itu, dia tidak dapat hadir.
Betul: Oleh sebab itu, dia tidak dapat hadir.

Kata hubung kerana tidak boleh disamakan dengan kata nama sebab.
Contoh:
Salah: Mesyuarat itu ditangguhkan sebab pengerusinya tidak dapat hadir.
Betul: Mesyuarat itu ditangguhkan kerana pengerusinya tidak dapat hadir

Ianya - Ia dan -nya sama maksudnya. Oleh itu, elakkan kesalahan dengan terus menggunakan perkataan ini.
Contoh:
Salah: Ianya merupakan satu kejayaan yang besar pada Malaysia.
Betul: Ia merupakan satu kejayaan yang besar pada Malaysia.

Di mana/
yang mana - Mana adalah dikategorikan sebagai kata tanya iaitu kata yang digunakan untuk menanyakan tempat, orang atau benda. Menterjemah atau menggunakan ungkapan ini bagi ayat bahasa Inggeris yang menggunakan perkataan of which atau where adalah salah.
Contoh:
Salah: Kuala Lumpur ialah bandar yang menarik di mana/yang mana terdapat pelbagai tumpuan menarik pelancong.
Betul: Kuala Lumpur ialah bandar yang menarik yang terdapat pelbagai tumpuan menarik pelancong.

Mereka - Mereka iaitu kata ganti nama diri ketiga sudah berbentuk jamak (banyak) dan tidak perlu diulang.
Contoh:
Salah: Mereka-mereka yang salah akan dihukum.
Betul: Mereka yang salah akan dihukum.

Di dalam - Penggunaan dalam sebagai kata sendi nama tidak didahului oleh kata sendi nama di.
Contoh:
Salah: Dia mengambil bahagian di dalam pertandingan itu.
Betul: Dia mengambil bahagian dalam pertandingan itu.

Di antara - Penggunaan antara sebagai kata sendi nama tidak didahului oleh kata sendi nama di.
Contoh:
Salah: Perlawanan akhir bola sepak di antara Itali dan Perancis terpaksa ditangguhkan.
Betul: Perlawanan akhir bola sepak antara Itali dan Perancis terpaksa ditangguhkan.

Demi untuk - Demi dan untuk ialah kata sendi nama. Oleh itu, demi tidak boleh digunakan bersama-sama dengan untuk dalam bentuk demi untuk.
Contoh:
Salah: Rakyat perlu bersatu demi untuk kestabilan negara.
Betul: Rakyat perlu bersatu demi/untuk kestabilan negara.

Sejak/
semenjak
dari - Sejak/semenjak membawa maksud bermula dari sesuatu masa atau waktu. Jadi, penggunaan sejak/semenjak bersama-sama dari adalah salah.
Contoh:
Salah: Sejak/semenjak dari hari itu, dia tidak berani menipu lagi.
Betul: Sejak/semenjak hari itu, dia tidak berani menipu lagi.

Apabila/bila - Kata hubung apabila tidak boleh disamakan dengan kata tanya bila.
Contoh:
Salah: Saya akan membantu awak bila tugas saya selesai.
Betul" Saya akan membantu awak apabila tugas saya selesai.

Hanya/sahaja- Penggunaan kata penegas hanya dan sahaja bersama-sama dalam ayat adalah salah. Ini kerana hanya dan sahaja mempunyai maksud yang sama, iaitu "yang satu-satunya".
Contoh:
Salah: Penceramah itu akan berada di Kuala Lumpur hanya seminggu sahaja.
Betul: Penceramah itu akan berada di Kuala Lumpur hanya seminggu.
Betul: Penceramah itu akan berada di Kuala Lumpur seminggu sahaja.

Justeru itu - Ungkapan ini tidak terdapat dalam kamus bahasa Melayu yang diiktiraf. Ungkapan justeru itu sebagai alternatif kepada ungkapan oleh itu, oleh yang demikian dan lain-lain adalah salah sama sekali. Justeru (tanpa itu) digunakan dengan tepat untuk menggambarkan maksud kebetulan, tepat, benar atau malahan dan bahkan.

Memperolehi/
memperbaiki/
mempersetujui/
memperakui/
memperdalami- Bentuk-bentuk yang lazim digunakan dengan apitan mempeR-...i seperti memperolehi, memperbaiki, mempersetujui, memperakui, dan memperdalami adalah salah. Kata-kata dasar tersebut seharusnya menerima awalan meN- atau memperR-, apitan meN-...i atau mempeR...-kan.

Memperolehi (salah) - memperoleh (betul)
Memperbaiki (salah) - membaiki (betul)
Mempersetujui (salah) - menyetujui (betul)
Memperdalami (salah) - mendalami (betul)


Sebenarnya, masih banyak lagi kesalahan besar tatabahasa yang sering kita lakukan setiap hari tanpa disedari. Saya akan cuba menyenaraikan kesilapan-kesilapan lain dari semasa ke semasa dalam siri-siri yang akan datang.

from nor arfah mohd makinuddin 27/7/06

This is a very good article. read it.
Those who are still single may learn something from here....
Those who are already married may take it as a guideline to improve your
marriage....



DID I MARRY THE RIGHT PERSON?

During one of our seminars, a woman asked a common question.
She said, "How do I know if I married the right person?"
I noticed that there was a large man sitting next to her so I said,
"It depends. Is that your husband?" In all seriousness, she answered "How do you know?"


Let me answer this question because the chances are
good that it's weighing on your mind.


Here's the answer.
EVERY relationship has a cycle. In the beginning, you fell in love with
your spouse. You anticipated their call, wanted their touch, and liked
their idiosyncrasies.


Falling in love with your spouse wasn't hard. In fact, it was a
completely natural and spontaneous experience. You didn't have to DO anything. That's why it's called "falling" in love...

Because it's happening TO YOU.


People in love sometimes say, "I was swept of my feet." Think about the
imagery of that __expression. It implies that you were just standing
there; doing nothing, and then something came along and happened TO YOU.


Falling is love is easy. It's a passive and spontaneous experience.
But after a few years of marriage, the euphoria of love fades. It's the
natural cycle of EVERY relationship. Slowly but surely, phone calls
become a bother (if they come at all), touch is not always welcome (when it happens), and your spouse's idiosyncrasies, instead of being cute, drive you nuts.


The symptoms of this stage vary with every relationship, but if you
think about your marriage, you will notice a dramatic difference between the initial stage when you were in love and a much duller or even angry subsequent stage.


At this point, you and/or your spouse might start asking, "Did I marry
the right person?" And as you and your spouse reflect on the euphoria of the love you once had, you may begin to desire that experience with
someone else. This is when marriages breakdown. People blame their
spouse for their unhappiness and look outside their marriage for
fulfillment.


Extramarital fulfillment comes in all shapes and sizes. Infidelity is
the most obvious. But sometimes people turn to work,a hobby, a
friendship, excessive TV, or abusive substances.


But the answer to this dilemma does NOT lie outside your marriage.
It lies within it. I'm not saying that you couldn't fall in love with someone else. You could.

And TEMPORARILY you'd feel better. But you'd be in the same situation a few years later. Because (listen carefully to this):



THE KEY TO SUCCEEDING IN MARRIAGE IS NOT FINDING THE RIGHT PERSON; IT'S LEARNING TO LOVE THE PERSON YOU FOUND.


SUSTAINING love is not a passive or spontaneous experience. It'll NEVER just happen to you. You can't "find" LASTING love. You have to "make" it day in and day out. That's why we have the __expression "the labor of love."

Because it takes time, effort, and energy . And most importantly, it takes WISDOM . You have to know WHAT TO DO to make your marriage work.


Make no mistake about it. Love is NOT a mystery. There are specific
things you can do (with or without your spouse) to succeed with your
marriage.


Just as there are physical laws of the universe (such as gravity), there
are also laws for relationships. Just as the right diet and exercise
program makes you physically stronger, certain habits in your
relationship WILL make your marriage stronger. It's a direct cause and
effect. If you know and apply the laws, the results are predictable...you
can "make" love.


Love in marriage is indeed a "decision"... Not just a feeling .

from zalmi abd rasip 6/7/06

SIXTY USES OF SALT

Although you may not realize it, simple table salt has a great number of uses other than simply seasoning your food. The following list will give you sixty uses of salt, many of which you probably didn't realize :-

1. If you drop a whole egg on the floor, pour salt all over the egg, let it sit for awhile, then use dustpan, the egg will come right up, without all that mess. Contributed by Ms. Jerry McGinnis.
2. Soak stained hankies in salt water before washing.
3. Sprinkle salt on your shelves to keep ants away.
4. Soak fish in salt water before decaling; the scales will come off easier.
5. Put a few grains of rice in your saltshaker for easier pouring.
6. Add salt to green salads to prevent wilting.
7. Test the freshness of eggs in a cup of salt water; fresh eggs sink; bad ones float.
8. Add a little salt to your boiling water when cooking eggs; a cracked egg will stay in its shell this way.
9. A tiny pinch of salt with egg whites makes them beat up fluffier.
10. Soak wrinkled apples in a mildly salted water solution to perk them up.
11. Rub salt on your pancake griddle and your flapjacks won't stick.
12. Soak toothbrushes in salt water before you first use them; they will last longer.
13. Use salt to clean your discolored coffee pot.
14. Mix salt with turpentine to whiten you bathtub and toilet bowl.
15. Soak your nuts in salt brine overnight and they will crack out of their shells whole. Just tap the end of the shell with a hammer to break it open easily.
16. Boil clothespins in salt water before using them and they will last longer.
17. Clean brass, copper and pewter with paste made of salt and vinegar, thickened with flour
18. Add a little salt to the water your cut flowers will stand in for a longer life.
19. Pour a mound of salt on an ink spot on your carpet; let the salt soak up the stain.
20. Clean your iron by rubbing some salt on the damp cloth on the ironing surface.
21. Adding a little salt to the water when cooking foods in a double boiler will make the food cook faster.
22. Use a mixture of salt and lemon juice to clean piano keys.
23. To fill plaster holes in your walls, use equal parts of salt and starch, with just enough water to make stiff putty.
24. Rinse a sore eye with a little salt water.
25. Mildly salted water makes an effective mouthwash. Use it hot for a sore throat gargle.
26. Dry salt sprinkled on your toothbrush makes a good tooth polisher.
27. Use salt for killing weeds in your lawn.
28. Eliminate excess suds with a sprinkle of salt.
29. A dash of salt in warm milk makes a more relaxing beverage.
30. Before using new glasses, soak them in warm salty water for awhile.
31. A dash of salt enhances the taste of tea.
32. Salt improves the taste of cooking apples.
33. Soak your clothesline in salt water to prevent your clothes from freezing to the line; likewise, use salt in your final rinse to prevent the clothes from freezing.
34. Rub any wicker furniture you may have with salt water to prevent yellowing.
35. Freshen sponges by soaking them in salt water.
36. Add raw potatoes to stews and soups that are too salty.
37. Soak enamel pans in salt water overnight and boil salt water in them next day to remove burned-on stains.
38. Clean your greens in salt water for easier removal of dirt.
39. Gelatin sets more quickly when a dash of salt is added.
40. Fruits put in mildly salted water after peeling will not discolor.
41. Fabric colors hold fast in salty water wash.
42. Milk stays fresh longer when a little salt is added.
43. Use equal parts of salt and soda for brushing your teeth.
44. Sprinkle salt in your oven before scrubbing clean.
45. Soaked discolored glass in a salt and vinegar solution to remove stains.
46. Clean greasy pans with a paper towel and salt.
47. Salty water boils faster when cooking eggs.
48. Add a pinch of salt to whipping cream to make it whip more quickly.
49. Sprinkle salt in milk-scorched pans to remove odor.
50. A dash of salt improves the taste of coffee.
51. Boil mismatched hose in salty water and they will come out matched.
52. Salt and soda will sweeten the odor of your refrigerator.
53. Cover wine-stained fabric with salt; rinse in cool water later.
54. Remove offensive odors from stove with salt and cinnamon.
55. A pinch of salt improves the flavor of cocoa.
56. To remove grease stains in clothing, mix one part salt to four parts alcohol.
57. Salt and lemon juice removes mildew.
58. Sprinkle salt between sidewalk bricks where you don't want grass growing.
59. Polish your old kerosene lamp with salt for a brighter look. Remove odors from sink drainpipes with a strong, hot solution of salt water.
60. If a pie bubbles over in your oven, put a handful of salt on top of the spilled juice. The mess won't smell and will bake into a dry, light crust which will wipe off easily when the oven has cooled.

from chew hock poon 5/7/06

From AWSJ
May 29, 2006

AirAsia Founder Likes Workers to Speak Up

Fernandes Tries to Change 'Top-Down' Culture He Sees
Among Managers in Asia
By CRIS PRYSTAY

Malaysian Tony Fernandes founded AirAsia, Asia's first low-cost
carrier, in 2001 and expanded the company by setting up joint-venture
airlines in Thailand and Indonesia. Mr. Fernandes, 42 years old,
graduated from the University of London in 1987 with a finance degree
and in 1992 moved back to Malaysia, where he became managing director
of Warner Music Malaysia, and later, vice-president of Warner's
Southeast Asian operations. He quit in 2001 to start AirAsia.

One of Malaysia's most outspoken business executives, Mr. Fernandes
not only has strong ideas on the way airlines should be run, but also
how Southeast Asia's top-down corporate culture should change. He
spoke to reporter Cris Prystay about his style.

WSJ: What was your first job and what did you learn from it?

Mr. Fernandes: My first job was a waiter in London at the Cavendish
Hotel. I was 17. I learned that working was hard and you had to be
professional, even as a waiter. You had other colleagues. If my
performance was poor, it let down the whole team.

My first [career] job was as an accountant at an auditor in London. It
was mind-blowingly boring. I was a junior auditor and was photocopying
and adding up rows of columns. The big lesson there: make sure you go
into a job that you enjoy. Otherwise, you don't give any value to your
employer, and you certainly don't add any value to your own mind.

WSJ: Who gave you the best business advice?

Mr. Fernandes: It was probably Stephen Shrimpton (the former chief
executive officer of Warner Music International) at Warner. I was a
man in a rush. I was 28 when I became the managing director of Warner
Music Malaysia, and I wanted to be the regional MD. I wanted to take
over the world.

One night, Steve talked to me outside the Sheraton Hotel in Hong Kong
for three hours. He told me there's no need to rush and that it's
about developing my own personality and making sure I'm ready for the
next job. I see that now: No matter how bright someone is at 25,
there's nothing like experience. He slowed me down, and made me
understand that you need to take time -- to understand the business
better, to understand your people better.

WSJ: What's the one thing you wish every new hire knew?

Mr. Fernandes: Humility -- and knowing what the real world is like.
The new generation is coming in pretty soft. A lot of these young guys
haven't lived through a recession. There are plenty of jobs out there
and they think, "I can always walk into another job." The hunger and
determination to do their best is sometimes not there.

WSJ: Is there a difference between the management culture in Asia and
the West?

Mr. Fernandes: The management culture here is very top-down. There's
less creativity and fewer people who are willing to speak out. They're
more implementers than doers. There's less freedom of speech, and that
impacts the business world. Even when they know things are not right,
they won't speak out. They just do what they're told to do.

WSJ: What's the biggest management challenge you face?

Mr. Fernandes: To get people to think . At AirAsia, we want 4,000
brains working for us. My biggest challenge is to get people to talk,
to express themselves, to get people to challenge me and say "Tony,
you're talking rubbish." That's what I want, not people who say "Yes,
sir." The senior management doesn't have all the answers. I want the
guy on the ramp to have the confidence to tell me what's wrong.

WSJ: What are you doing to clear that hurdle?

Mr. Fernandes: We have no offices. We dress down. You wear a suit, and
you put distance between you and your staff. We're on a first-name
basis. I go around the office, around the check-in desks, the planes
constantly, talking to people. Fifty percent of my job is managing
people in the company. You get people to open up to you by just asking
them to do it, and then responding to them. You don't send a memo, or
do some "speak up" incentive program. It's got to be from the heart.

WSJ: What was the most satisfying decision you've made as a manager?

Mr. Fernandes: Once a month, I carry bags with the ramp boys, or I'm
cabin crew, or at the check-in. I do this to get close to the
operation. I also want to know my people. When I first started this, I
met all these bright kids at the check-in or carrying bags. We were
starting this cadet pilot program, and I said, "Let's open it up to
anyone. Let some of these kids apply." They have the brains, but they
just didn't have the money to get the education. Out of the first
batch of 19 cadets, 11 came from within the company. Some of these
boys got the highest marks ever in the flying academy. There was one
kid who joined us to carry bags, and 18 months later he was a First
Officer of a 737. Can you imagine what that does for the motivation in
the company? Everyone talks about developing human capital, but we did
it.